Teori Differential Association dan Kriminalitas Individual

Teori Differential Association diperkenalkan oleh Professor Sutherland pada tahun 1939 dan kemudian memperbaikinya pada tahun 1947, akan tetapi edisi baru ini tidak menunjukkan perubahan-perubahan yang berarti bahkan sampai saat sekarang pun masih tetap demikian.

Beberapa Kesalahan Redaksional
Pernyataan dasar teori ini tidak jelas, sembilan proposisi yang dikemukakan oleh Sutherland dimaksud untuk menjelaskan epidemologi kejahatan dan delinkuensi dan kasus-kasus tentang keduanya secara individual, oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila kalimat-kalimat yang dipergunakan Sutherland tidak selalu dapate mengungkapkan apa yang ia maksudkan.
Kegagalannya dalam menyampaikan pesan-pesannya melalui kalimat-kalimat yang disusunnya terdapat lima kesalahan pokok dan satu kesalahan kecil yang mengakibatkan pembaca tidak selalu mengerti apa yang hendak dikatakan oleh Sutherland.
Pertama, telah biasa diketahui atau mungkin diduga untuk sementara bahwa jika untuk tujuan penelitian dan diskusi teori ini hanya memperhatikan “hubungan” (contact or association) dengan pola-pola tingkah laku kriminal dan delinkuen. Volid, mengatakan “satu kesalahan pokok dari teori differential association adalah bahwa tidak setiap orang yang berhubungan dengan kejahatan akan meniru atau memilih atau mengakui pola-pola kriminal.”
Kedua, telah diakui bahwa teori ini mengatakan bahwa seorang menjadi penjahat karena adanya suatu pergaulan yang terlalu sering dengan para penjahat. Oleh karena cara yang disampaikan oleh teori ini dan karena populernya teori “bacompanions” dalam kejahatan di mata masyarakat maka kesalahan lebih mudah dilakukan, teori ini memusatkan perhatiannya pada perbandingan suatu pergaulan dengan pola-pola tingkah laku, tidak peduli karakter orang yang terlibat dalam pergaulan dimaksud.
Ketiga, dalam periode antara lima sampai dua belas tahun setelah publikasi pertama dari pernyataan-pernyataan Sutherland (1947), sekurang-kurangnya lima pengarang atau penulis yakin bahwa teori ini berisikan versi publikasi tahun 1939.
Keempat, telah biasa dikatakan bahwa teori ini mengandung segi kelemahan-kelemahan yang berarti karena tidak menjelaskan mengapa seseorang mempunyai hubungan sedemikian atau memandang lebih suka melanggar daripada mentaati undang-undang.
Kelima, lain penulis telah secara keliru mempersamakan “theory” dengan “bias” atau “prejudice” dan mempersalahkan teori differential association atas dasar alasan ini. dalam kaitannya dengan ditiadakannya kalimat “systematic” dari teori Sutherland terdahulu, Caldwell menulis bahwa pada saat perbaikan dibuat kita tidak memperoleh cukup tambahan fakta-fakta yang memungkinkan (Sutherland) menjelaskan semua tingkah laku kriminal. Pernyataan Caldwell itu sendiri tidak mengakui bahwa fakta-fakta itu sendiri sesungguhnya tidak menjelaskan apa-apa dan teori-teori tersebut berusaha mengukur atau menilai hubungan erat antara fakta-fakta. Kesalahfahaman tentang peranan teori inipun terdapat pula pada pernyataan Glueck bahwa proses sosial dibentuk secara mutlak agar cocok dengan prasangka-prasangka terhadap teori ini (Sutherland) tidak membedakan tingkah laku kriminal dan non kriminal oleh karena kedua tipe tingkah laku tersebut dapat dipelajari.
Selain daripada kekeliruan-kekeliruan dimaksud tadi, terdapat pula kekeliruan disebabkan karena atau berasal dari ketidaktelitian atau kurang teliti dalam membaca teori ini dan bersebab pula dari praduga-praduga dalam melakukan penelitian.
Yang termasuk ke dalam kekeliruan tersebut adalah:
  1. Kesalahpahaman atau kekeliruan tentang konsep “definition of the situation” dengan kalimat “situation”.
  2. Kekeliruan tentang pernyataan bahwa seseorang berhubungan dengan pola tingkah laku kriminal dan anti kriminal dengan pernyataan bahwa sesungguhnya “groups” yang berhubungan di atas landasan yang berbeda-beda.
  3. Keyakinan bahwa teori ini terutama sangat memperhatikan cara-cara mempelajari teknik-teknik melakukan kejahatan.
  4. Keyakinan bahwa teori ini berkenaan dengan mempelajari pola-pola tingkah laku yang bersifat kriminal maupun non kriminal.
  5. Keyakinan bahwa diffrential association apabila dikaitkan dengan pencuri professional berarti: memelihara kesenjangan-kesenjangan tertentu didalam masyarakat umum.
  6. Gagal mengenal bahwa kependekan ucapan “differential association” adalah sama dengan “differential association with criminal and anti criminal behaviour patterns” dengan konsekuensi bahwa teori ini berusaha menjelaskan semua tingkah laku tidak hanya tingkah laku kriminal.
  7. Keyakinan bahwa teori ini hanya mempersoalkan perbandingan kasar tentang hubungan antara dua macam pola tingkah laku dan tidak secara eksplisit berisikan pernyataan bawha “differential association may vary in frequency, duration, priority, and intensity.”

Beberapa kritik-kritik terkenal atas teori differential association: 
Mengenal beberapa kelemahan melalui kritik-kritik atas teori ini sangat membantu memperjelas teori itu sendiri. Telah dikatakan bahwa teori ini:
  1. Lemah karena meniadakan “kehendak bebas” (free will).
  2. Dilandaskan pada psikologi yang menduga adanya “rational deliberation”.
  3. Mengabaikan peranan korban.
  4. Tidak menjelaskan asal usul kejahatan.
  5. Tidak menetapkan  apa yang disebut “systematic” dan kalimat “exess”.
  6. Tidak mempertimbangkan faktor biologis.
  7. Tidak ada kegunaan praktis bagi anggota masyarakat.
  8. Tidak cukup memadai karena tidak bersifat antar disiplin ilmu.
  9. Tidak memiliki hubungan yang erat dengan teori dan riset sosiologi.
  10. Terlalu komprehensif karena diterapkan pula pada non kriminal.
  11. Menduga bahwa semua orang memiliki kemampuan yang sama mengadaptasi pola tingkah laku kriminal dan non kriminal.
  12. Menduga bahwa beberapa pola tingkah laku secara obyektif dalam kriminal.
Beberapa diantara komentar tersebut di atas nampaknya bertolak belakang satu sama lain, dan komentar lainnya masih ada kaitannya dengan lima tipe utama dari kritik-kritik yang sudah ada.
Sutherland sangat khawatir atas masalah sosial-psikologis yang timbul sebagai akibat teori atau konsep “diffrential responses pattern”. Dan untuk mengatasainya kekhawatirannya itu maka muncullah teori “differential association”. Tujuan utama teori ini adalah menilai perbedaan-perbedaan sikap dan tanggapan atau reaksi-reaksi individual atas kesempatan melakukan kejahatan dan reaksi individual terhadap pola tingkah laku kriminal.
0 Komentar untuk "Teori Differential Association dan Kriminalitas Individual"

Back To Top