Pengemas awal (advance organizer) dikembangkan oleh Ausubel tetapi yang dikemukakan disini adalah berdasarkan tulisan Ausubel dan Robinson (1969) dalam buku mereka yang berjudul school Learning. Pengemas awal merupakan upaya mengembangkan struktur kognitif sehingga terjadi belajar bermakna. Seperti telah dibahas di atas, belajar bermakna baru terjadi apabila materi baru yang akan dipelajari materi baru yang sudah dimilki siswa.
Pengemis awal adalah suatu pendekatan yang dilakukan daolam pengajaran untuk menyiapkan siswa melihat kebermaknaan bahan yang akan dipelajari dan mengembangkan cara menghubungkan dengan apa yang sudah dimiliki.
Menurut Ausubel dan Robinson (1969: 145) ada dua kondisi di mana guru harus memanfaatkan pengemis awal kedua kondisi tersebut adalah:
- Jika pikiran pokok yang relevan tidak tersedia dalam struktur kognitif ketika akan mempelajari bahan baru yang secara potensial memiliki kebermaknaan bagi siswa.
- Jika pikiran pokok yang relevan sebenarnya sudah dimiliki siswa tetapi siswa tidak menyadari keberadaan pikiran pokok tersebut sehingga diperlukan penyajian pengemas awal bagi siswa.
Pendekatan pengemas awal berbeda dari pendekatan bahan apersepsi yang banyak digunakan dalam praktek pengajaran ilmu-ilmu sosial di Indonesia. Bahan apersepsi yang dikembangkan Herbart memiliki dasar teori yang dapat dikatakan sama dengan pengemas awal yaitu seseorang dapat belajar dengan baik apabila didasarkan atas apa yang sudah dipelajari. Pengemas awal bekerja agak berbeda. Ia tidak mencoba untuk mempersiapkan struktur kognitif, ia justru memberi perhatian terhadap kerangka bagi materi baru yang akan dipelajari. Dengan ada kerangka tersebut maka materi itu telah memiliki apa yang akan dihubungi dengan struktur kognitif. Hal kedua yang harus diperhatikan dalam pengemas awal ini ada bahan yang dijadikan pengemas awal itu adalah materi pelajaran. Materi pelajaran itu harus dikuasai sehingga ia siap menjadi suatu struktur kognitif baru. Struktur baru ini yang akan digunakan dasar dalam pembahasan mengenai materi pelajaran tersebut.
Ada dua jenis pengemas awal yang digunakan, pertama adalah pengemas ekspositoir dan kedua adalah pengemas komparatif. Pengemas ekspositoir adalah pengemas awal yang menggunakan struktur umum bahan yang akan dipelajari sedemikian rupa sehingga keterhubungan setiap bagian jelas terlihat. Misalnya, kalau materi yang akan dibahas adalah mengenai pasar, maka pengemas awal yang menggunakan model ekspositoir akan memberikan dulu keseluruhan struktur pasar, mulai dari pembagian besarnya sampai kepembagian yang paling kecil. Contoh pengemas awal ekspositoir untuk konsep pasar adalah sebagai berikut: pertama, siswa akan mempelajari struktur pasar sebagai pengemas awal. Semakin rinci struktur yang digunakan semakin besar kegunaannya sebagai pengemas awal. Katakanlah pasar memiliki struktur sebagai berikut:
Diagram dapat digunakan sebagai salah satu bentuk pengemas awal ekspositoir. Dalam bentuk ini maka siswa harus memahami keterhubungan setiap komponen yang ada dan baru kemudian mempelajari materi setiap bagian. Dalam contoh mengenai pelajaran pasar di atas siswa harus terlebih dahulu memahami pengertian pasar serta pembagian pasar dalam jenis dan fungsinya.
Selain diagram pengemas awal dalam bentuk ekspositoir dapat pula menggunakan uraian. Sebagai contoh, misalnya siswa akan membahas mengenai Perang Dunia I, untuk itu siswa disiapkan dengan pengemas awal yang menggambarkan apa yang akan mereka terima dalam pelajaran tersebut dengan mengatakan bahwa pembahasan mengenai Perang dunia I akan dipusatkan pada tiga pokok, yaitu latar belakang, jalannya perang dan akibat perang. Dalam pembicaraan mengenai latar belakang akan dibahas mengenai persaingan antara negara Jerman dengan negara Eropa. Dalam jalannya perang akan dibahas tiga fase yaitu permulaan yang akan membicarakan negara-negara yang terlibat dan mengapa mereka terlibat. Fase kedua menceritakan puncak perang. Fase ketiga menceritakan mengenai perjanjian untuk mengakhiri perang. Sedangkan dalam akibat perang akan dibahas mengenai akibatnya diberbagai negara yang kalah perang. Pengemas awal komparatif lebih mendekati bentuk apresiasi Herbert. Dalam bentuk ini siswa diajak untuk melihat kesamaan dan perbedaan antara materi baru dengan apa yang sudah mereka miliki dalam struktur kognitifnya. Identifikasi persamaan dan perbedaan tersebut membantu siswa untuk mempelajari apa yang berbeda dan keterhubungannya dengan apa yang sama.
Suatu hal yang harus diperhatikan bahwa pengemas itu sendiri adalah bahan pelajaran yang harus dikuasai. Pengemas awal adalah materi pelajaran dan bukan rencana mengenai apa yang akan dipelajari. Pengemas awal bukan pula tujuan yang dikemukakan pada waktu awal pelajaran.
Ada tiga karakteristik penting pengemas awal:
- Harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga siswa mampu mempelajarinya dan ia harus berupa abstraksi dan generalisasi dari materi yang akan dipelajari.
- Setiap bagian dari pengemas awal harus dipelajari dan dikuasai dengan baik apabila diperlukan setiap pokok pikiran diberi contoh-contoh sehingga pengemas awal dapat dijadikan dasar untuk menyerap materi pelajaran baru.
- Setiap pengemas awal harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu meningkatkan cakrawala siswa di atas materi pelajaran baru yang dipelajarinya.
Mengenai pelajaran yang menggunakan pengemas awal tentu saja tidak secara langsung siswa akan mampu mengingat semua istilah. Tujuan belajar adalah agar siswa berubah dalam tingkah laku (kognitif, efektif, psikomotor), jadi menghapal bukan tujuan belajar. Melalui pengajaran fakta, istilah, konsep, teori dan sebagainya, tidak lagi menjadi bahan hapalan tetapi menjadi sesuatu yang ada kaitannya dengan struktur kognitif sehingga mudah diingat dan digunakan. Menjadi ingat adalah konsekuensi dari pengajaran dan bukan tujuan.
Penyajian yang menggunakan pengemas awal terbagi atas tiga langkah utama:
- Penyajian pengemas awal, terdiri atas penjelasan tujuan pelajaran (bukan pengemas awal) dan penyajian serta pembahasan pengemas awal.
- Penyajian bahan pelajaran dengan berbagai kegiatan serta metode mengajar, dan
- Penguatan organisasi kognitif yang baru tercipta.
Dalam langkah pertama pengajar menjelaskan tujuan pembahasan pokok bahasan. Setelah tujuan tersebut dipahami siswa, barulah dilakukan penyajian pengemas awal, untuk dapat menguasai pengemas awal berbagai cara mengajar maupun penugasan dapat dilakukan apabila siswa sudah menguasai materi pengemas awal barulah pelajaran dilanjutkan.
Pustaka.
Tag :
Referensi-Tugas

0 Komentar untuk "Pengemas Awal (Advance Organizer)"