Strategi Induktif

Strategi pengajaran induktif bertujuan untuk membantu siswa belajar secara induktif. Dalam banyak penelitian dikemukakan bahwa belajar secara induktif dianggap lebih menguntungkan karena proses berfikir induktif dan proses penelitian induktif adalah ciri dari disiplin ilmu-ilmu sosial. Dengan demikian, belajar induktif dianggap lebih sesuai dengan karakteristik keilmuan disiplin ilmu-ilmu sosial.
Strategi belajar dan mengajar induktif dapat digunakan untuk mencapai tujuan berfikir. Pembahasan strategi induktif dalam sub bab ini dipusatkan pada tujuan mengingat fakta dan pemahaman terhadap berbagai konsep.
Menurut Taba (1963) termasuk tokoh yang sangat menganjurkan pengajaran ilmu-ilmu sosial melalui pendekatan induktif. Menurutnya melalui pendekatan induktif walaupun arahnya adalah untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Hal yang sama dilakukan oleh Suchman (1967) dengan metode induktifnya.
Strategi induktif berkenaan dengan proses abstraksi dari sesuatu yang bersifat konkrit, khusus dan tak terbatas menjadi sesuatu yang bersifat abstrak, bersifat lebih umum dan memiliki kemungkinan pemanfaatan lebih luas. Proses pembentukkan  konsep generalisasi, dan teori pada dasarnya adalah proses abstraksi dan bersifat induktif.
Sesuai dengan maknanya, strategi induktif dilakukan dengan membicarakan mengenai hal-hal yang dianggap kecil dan terbatas pada sesuatu. Untuk itu siswa diminta mengumpulkan berbagai informasi yang berkenaan dengan pusat pengamatan. Ini adalah langkah pertama dalam belajar fakta dan pemahaman melalui strategi induktif. Dalam langkah ini misalnya siswa membicarakan mengenai suatu lingkungan sosial tertentu yang ada disekitar sekolahnya. Mereka diminta untuk mengamati berbagai fakta penting yang ada dalam masyarakat seperti tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, kehidupan ekonomi, jumlah dan jenis lembaga sosial, jumlah rumah dan kepala, keluarga, serta letak lingkungan sosial yang diamati.
Langkah berikutnya adalah identifikasi fakta-fakta penting yang telah dikumpulkan. Fakta-fakta itu kemudian dikaji kesamaan dan perbedaannya. Berdasarkan kesamaan dan perbedaannya tersebut maka siswa mengelompokkan  fakta-fakta itu.
Langkah belajar induktif selanjutnya adalah mencoba mencari apa yang dapat dijadikan suatu pengikat untuk fakta yang telah dikumpulkan dan dikelompokkan tersebut. Misalnya fakta mengenai tingkat pendidikan dapat diikat dengan pengalaman belajar siswa yang bersangkutan.
Selanjutnya berdasarkan pengetahuan tentang keluarga maka siswa dapat mengikat pengetahuan tentang lingkungan sosial yang telah dipelajarinya. Ini adalah proses pengikat pengetahuan dan pengembangan pemahaman bagi siswa untuk bahan yang baru dipelajari tetapi bukan atau belum merupakan langkah akhir dari pendekatan induktif. Habitat induktif belum tampak dan belum dikembangkan, apa yang telah dilakukan baru memberikan landasan untuk kegiataninduktif.
Langkah induktif dilakukan atas dasar pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai lingkungan sosial yang ada. Mereka mulai mempelajari lingkungan sosial di daerah yang lebih luas lingkup geografis dan politisnya, kemudian menarik kesamaan dan perbedaannya.
Dalam langkah terakhir, memang harus diakui adanya suatu kegiatan membandingkan, sama seperti langkah kedua kegiatan pembandingan ini akan menghasilkan persamaan dan perbedaan baru dan yang sifatnya lebih tinggi dan lebih umum dari sesuatu yang lebih konkrit dan terbatas.
Secara singkat keseluruhan proses dapat disimpulkan sebagai berikut: pengamatan dan pemahaman terhadap suatu situasi khusus melalui identifikasi fakta, konsep, dan sebagainya. Dilanjutkan dengan langkah kedua yaitu identifikasi persamaan dan perbedaan antara fakta dan konsep tersebut. Langkah ketiga adalah membandingkan apa yang sedang dipelajari dengan apa yang sudah dikenal sebelumnya sehingga terjadi proses pengakaran dalam struktur kognitif siswa, langkah terakhir adalah mencari persamaan dan perbedaan antara apa yang sudah dipelajari dengan bahan baru yang lebih luas dan lebih umum sifatnya.

Pustaka
0 Komentar untuk "Strategi Induktif"

Back To Top