Pola Konsumsi Masyarakat Berubah

Dalam perekonomian bisnis dapat dilihat pada pola-pola konsumsi masyarakat berubah, karena adanya kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM ini sangat tidak diinginkan oleh sebagian masyarakat karena menurut mereka akan menghambat kesejahteraan masyarakat, yang berpendapatan kecil karena otomatis akan adanya kenaikan harga. Tapi tidak demikian karena kenaikan BBM tersebut untuk menyelesaikan suatu permasalahan negara/untuk kepentingan negara.

1. Pola Konsumsi Masyarakat Berubah
Kenaikan harga bahan makanan yang terjadi Januari – Maret 2008 telah mengubah pola konsumsi masyarakat bukan hanya yang berpendapatan rendah, tetapi juga kelas menengah.
Berdasarkan survei Nielsen Indonesia di beberapa kota besar, tekanan yang paling keras di alami masyarakat berpendapatan rendah di Jakarta.
Retailer Services Director Nielsen Indonesia Yongky Susilo menjelaskan hasil survei tersebut di Jakarta, Jumat (23/5). Survei Nielsen menunjukan, harga rata-rata 54 barang konsumen, seperti produk makanan dan barang kebutuhan sehari-hari yang lain, naik rata-rata 13,6 persen.
“Kenaikan harga di toko tradisional sekitar 16 persen, sedangkan di toko modern kenaikan harga 9,6 persen. Di toko-toko modern ini, kenaikan harga lebih rendah, antara lain banyak program promosi disitu”, ujar Yongky.
Kenaikan harga bahan makanan pada Januari – Maret 2008 terjadi karena dorongan peningkatan harga pangan dunia. Namun, peningkatan harga tersebut belum dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar minyak yang diumumkan pemerintah Jumat kemarin.
Nielsen menggolongkan konsumen yang membelanjakan uang sebesar Rp.1.750.000 – Rp.2.500.000 untuk belanja rutin setiap bulan sebagai kalangan menengah.
Sementara keluarga yang membelanjakan uang lebih dari Rp.1.250.000 hingga Rp.1.750.000 digolongkan sebagai konsumen kelas bawah.
Menyingkapi kenaikan harga barang kebutuhan rutin, Yongky menjelaskan, konsumen berpendapatan menengah mengurangi belanja kebutuhan sekunder, seperti pakaian dan rekreasi. Mereka juga berupaya memperoleh tambahan pendapatan.
Sementara konsumen kelas bawah yang rata-rata berpendapatan tetap makin tidak berdaya menghadapi kenaikan harga. Sebagian besar mengurangi jatah makan, rokok, dan mengganti lauk dengan mi instan.
Survei Nielsen juga menunjukkan, kalangan konsumen ini mengurangi menonton televisi, menyetrika hanya untuk pakaian kerja, tidak menggunakan pompa air, dan sebagainya. Umumnya, konsumen kelas bawah juga berganti merek produk yang biasa dikonsumsi, mencari yang lebih murah.

2. Analisis Pola Konsumsi Masyarakat Berubah
Telah kita ketahui bahwa Negara Republik Indonesia pada minggu kemarin tanggal 23/5 telah mengalami kenaikan harga BBM, kenaikan ini masyarakat yang berpendapatan rendah, tidak hanya masyarakat yang berpendapatan rendah juga kalangan menengah keatas pun telah banyak yang mengeluh.
Secara langsung dengan kenaikan BBM ini bisa mengubah pola konsumsi masyarakat. Karena dipastikan akan adanya kenaikan-kenaikan harga.
Telah dijelaskan bahwa kenaikan harga bahan makanan pada Januari – Maret 2008 terjadi karena dorongan peningkatan harga pangan dunia. Namun, peningkatan harga tersebut belum dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan minyak yang diumumkan pemerintah Jumat kemarin.
Meskipun dikatakan belum dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM kenyataan sekarang harga-harga telah melonjak tinggi, apalagi untuk angkutan-angkutan umum.
Dengan demikian banyak masyarakat yang memutuskan untuk mengurangi belanja karena diprediksikan pengeluaran anggaran belanja tidak seimbang dengan pendapatannya. Apalagi untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah akan seperti apa nasib mereka.
Pemerintah pun sebenarnya tidak menginginkan hal tersebut terjadi karena melihat rakyat yang demikian, tetapi akhirnya kenaikan harga BBM terjadi karena disisi lain memang untuk kepentingan negara.
0 Komentar untuk "Pola Konsumsi Masyarakat Berubah"

Back To Top