Setidaknya ada tiga teori yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan Internasionalisasi Bisnis dan digunakan untuk menjelaskan mengapa banyak perusahaan melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri, yaitu : (1) teori pasar tidak sempurna; (2) teori keunggulan komparatif; (3) teori siklus hidup produk. Tiga teori ini saling tumpang tindih dan saling melengkapi satu sama lain dalam menjelaskan evolusi bisnis internasional.
1. Teori Pasar Tidak Sempurna
Masing-masing negara mempunyai sumber daya yang berbeda dalam memproduksi suatu barang. Volume bisnis internasional akan terbatas, meskipun mempunyai keunggulan komparatif, bila semua sumber daya dapat dengan mudah ditransfer antar negara. Ini disebabkan banyak sumber daya yang tidak dengan mudah bergerak sehingga perusahaan mau tidak mau harus pergi sendiri untuk mengambilnya. Dunia yang utopis disebut sebagai “pasar sempurna” dimana sumber daya dapat dengan mudah dan bebas ditransfer antar negara. Ini berlawanan dengan dunia nyata yang lebih mendekati “pasar tidak sempurna” dimana sumber daya sering tidak mudah / bebas ditransfer antar negara. Perbandingan inilah yang menjelaskan mengapa banyak perusahaan terdorong untuk meningkatkan bisnis internasionalnya.
2. Teori Keunggulan Komparatif.
Teori keunggulan komperatif menekankan bahwa spesialisasi dapat meningkatkan efisiensi produksi. Negara atau perusahaan diajurkan untuk spesialisasi produksi dan ekspor pada produk yang mempunyai keunggulan komperatif dan mengimpor produk yang tidak mempunyai keunggulan komperatif. Dengan spesialisasi pada beberapa produk berarti tidak memproduksi produk yang lain, sehingga perdagangan antar negara amat esensial. Berdasarkan argumen ini, dapat dipahami mengapa perusahaan dapat memasuki pasar luar negeri.
3. Teori Siklus Produk
Teori siklus produk (product cycle theory) mengatakan bahwa perkembangan hidup suatu produk mengikuti siklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu masa awal dimana perusahaan baru mulai kematangan, dan terakhir adalah masa penurunan. Pesan dari teori ini pada dasarnya adalah bahwa bila suatu perusahaan telah mempertimbangkan tambahan peluang di luar negara asalnya. Apakah bisnis luar negeri menjadi menurun atau malah meningkat akan tergantung dari seberapa jauh perusahaan itu mempertahankan keunggulan kompetitifnya dibanding para saingannya. Keunggulan kompetitif bisa berlandaskan atas keunggulan dalam produksi maupun pembiayaan sehingga dapat menekan biaya. Keunggulan kompetitif juga dapat berdasarkan pendekatan pemasaran dimana perusahaan menjaga dan menimbulkan permintaan yang kuat atas produknya.
Pustaka:
Thompson, Arthur A., Jr and A.J. Strickland III, Strategic Management: Concepts and Cases, edisi ke-5, Ricard D. Irwin, Boston, 1990.
Kuncoro, Mudrajat, “Pengantar Ekonomi dan Bisnis Global”, BPFE Yogyakarta, Edisi Pertama.
Tag :
Referensi-Tugas
0 Komentar untuk "Motivasi Melakukan Internasionalisasi Bisnis"