Istilah Aqidah Dalam Al-Qur’an

Tidak ada satu ayat pun di dalam Al-Qur’an yang secara literal menunjuk pada istilah aqidah. Namun demikian kita dapat menjumpai istilah tersebut dalam akar kata yang sama (‘aqada), yaitu ‘aqadat, kata ini tercantum pad ayat :

وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَالَّذِينَ عَقَدَتْ أَيْمَانُكُمْ فَئَاتُوهُمْ نَصِيبَهُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدًا


“Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya. Dan (jika ada) orang-orang kamu telah bersumpah setia dengan mereka maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu”. (An-Nisaa’, 4 : 33)

Kata aqadtum terdapat pada ayat :

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ اْلأَيْمَانَ...

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja…”. (Al-Maidah, 5 : 89)

Kata uqud terdapat pada ayat : 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ أُحِلَّتْ لَكُم بَهِيمَةُ اْلأَنْعَامِ إِلاَّ مَايُتْلَى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنتُمْ حُرُمٌ إِنَّ اللهَ يَحْكُمُ مَايُرِيدُ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagi kamu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”. (Al-Maidah, 5 : 1)
Kata ‘uqdah terdapat dalam ayat :

...وَلاَ تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ...

“…Dan janganlah kamu ber-azam (berketetapan hati) untuk beraqad (akad) nikah sebelum habis masa iddahnya…”. (Al-Baqarah, 2 : 235)

Dan kata uqadi dijumpai pada ayat : 
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فيِ الْعُقَدِ

“Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul”. (Al-Falaq, 113 : 4)

0 Komentar untuk "Istilah Aqidah Dalam Al-Qur’an"

Back To Top