Karakteristik Anak Tunagrahita

Karakteristik Anak Tunagrahita.
a. Keterbatasan Intelegensi
Intelegensi merupakan fungsi yang komplek yang dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempelajari informasi dan keterampilan-keterampilan menyesuaikan diri dengan masalah- masalah dan situasi-situasi kehidupan baru, belajar dari pengalaman masa lalu, berpikir abstrak, kreatif, dapat menilai secara kritis, menghindari dari kesalahan-kesalahan, mengatasi dari kesulitan-kesulitan, dan kemampuan untuk merencanakan masa depan.

b. Keterbatasan Sosial
Disamping memiliki keterbatasan intelegensi, anak tunagrahita juga memiliki keterbatasan atau kesulitan dalam mengurus diri sendiri dalam masyarakat, oleh karena itu mereka memerlukan bantuan.
Anak tunagrahita cenderung berteman dengan anak yang lebih muda usianya, ketergantungan terhadap orang tua sangat besar, tidak mampu memikul tanggung jawab sosial dengan bijaksana, sehingga mereka harus selalu dibimbing dan diawasi. Mereka juga mudah dipengaruhi dan cenderung melakukan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya.

c. Dorongan dan Emosi
Kehidupan emosi anak tunagrahita lemah serta penghayatannya terbatas. Akibatnya mereka jarang menghayati perasaan bangga, tanggung jawab dan hak sosial.

d. Bahasa dan penggunaannya
Anak tunagrahita banyak yang lancar berbicara tetapi kurang dalam perbendaharaan kata. Mereka juga kurang mampu menarik kesimpulan mengenai apa yang dibicarakan

e. Kepribadian
Ciri-ciri pribadi anak tunagrahita ringan antara lain adalah kurang percaya diri, merasa rendah diri, mudah frustasi. Hal ini berkaitan dengan reaksi orang lain terhadap kondisi mereka karena orang lain mereaksi berdasarkan pada keterampilan penyesuaian diri dan pola prilakunya.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Bill R.Gearheart (1976), bahwa: "Bahwa anak tunagrahita ringan mudah frustasi, dan minat mereka kurang terutama dalam hal yang membutuhkan pikiran".

Pustaka.

0 Komentar untuk "Karakteristik Anak Tunagrahita"

Back To Top